Rabu, 21 Maret 2012

HALAL kah berBISNIS ORIFLAME

Beberapa hari lalu pernah nih coba prospekin teman via chat aja. Berharap ada tanggapan positif (meskipun ga mesti join yaaa) paling gak ada kesamaan visi. Tapi boro2 kesamaan visi, malah ujug2 menjustise HARAM! RIBA! cuma NGUNTUNGIN UPLEN! bla bla bla dehhh.... sampek pontang panting bersilat jempol *secara kan ga ngomong langsung jadi yg sibuk ya jari dan jempol dah yg gempor wkwkwkw :D*. Coba apa katanya nih yg menurut dia HARAM:

HANYA NGUNTUNGIN UPLEN YG DIATAS.
Wah ini sih ketwain aja deh tuh orang . Kok ya bisa ngomong gitu sblm tau sistemnya. Siniii belajar dulu sistem oriflame, baru ngomong. Di Oriflame tuh ga menganut kaki seimbang, ga menganut money game, bukan arisan berantai.... siapa yg bekerja keras maka dia akan mendapat hasil yang pantas sesuai kontrak kerja ama Oriflame. Even dia donlen kalo lebih rajin bisa aja tuh uplennya dilibas!!. Masih mau bilang kalo uplen yg paling untung ???

BONUS UPLEN PALING GEDE SEDANGKAN YG KERJA DONLENNYA.
woiiiii, pliss deh, orang kerja kantor aja, yg gajinya paling gede ya Direkturnya kaliii. Secara dia yg paling dulu , dia yg membangun perusahaan dari NOL BESAR sampek jadi bonafid ya pantes dunk kalo dia gajinya paling besar. Emangnya bisa disamain gaji Direktur ama OB? 'Gaji Direktur mah emang udah gede segitu dari dulu' wkwkwkw nih dia yg ngomong berarti karyawaan oneng, Mana ada Gaji direktur ga nambh2 sejak awal dia punya perusahaan??? PAsti deh yg namanya Boss udah punya fasilitas mobil, rumah, segala urusan dibayarin kantor.Jadi wajar dunk Kalo Uplen kita Bonusnya lebih besar, kan dia udah lebih dulu kerja keras, dia yg susah payah membangun jaringan, dia yg susah payah membina. Kalo kita mau dapet bonus seperti uplen ya tiru aja kerjanya uplen, duplikasi tuh semua ilmunya dia. Pasti kita juga sampe ke levelnya dia.Dan tolong dicatet ya, kalo di BossFam itu Uplennya very very down to earth, buktinya masih mau bantuin donlen mrospek, masih mau ngajarin donlennya biar pinter.Untuk jasa sang upline membangun grup tersebut, upline hanya diberikan passive income yang sudah ditentukan persennya. Jadi, gak ada yang namanya eksploitasi atau kezaliman, semuanya adil, transparan dan jelas

DONLEN DIPERBUDAK UPLEN
Duduudhhhh mo marah aja nih ama orang yg ngomong gini. Gimana enggak ,bapak sendiri kan karywan, apa enggak diperbudak Bossnya? disuruh lembur, disuruh ngerjain ini itu, dimarah2in kalo kerja ga bener, kadang2 disuruh ngerjain kerjaan yg bukan kerjaannya, kalo nguntungin perusahaan pun apa selalu dikasih reward??? Enggak juga tuh!!Gajinya apa ditambahin??? Kalo mau gw bilang berarti karywan juga haram dunk ,kan diperbudak Boss nya? hayoooo....Kalo di Oriflame, emang ada yg ngatur jam kerja lo? ada yg marah2in kalo lo ga lembur? disini tuh jam kerja suka2, suka2 juga lo mau bonus yg mana, kalo lo rajin dapet deh tuh CASH REWARD - JALAN2 KELUAR NEGRI GRATIS- MOBIL, kurang enak apa lagi? masa iya sih dikasih reward begitu keren nya karena lo mau diperbudak? 

PRODUKNYA BUKAN PRODUK YG DIBUTUHIN alias BELI GA BUTUH.
wkwkwkkw kalo alasan yg ini bikin gw tambah yakin kalo yg underestimated ini pasti orang yg ga pernah mandi! ya iyalahhh, dia tau ga sih produknya oriflame tuh produk toiletries yg sehari2 dipake, selama ada orang pasti sehari2 dia mandi, shampoan, sikat gigi. nah berarti pake dunk yg namanya sabun, shampo, bedak, odol, dll. Jadi apa alasannya kalo bilang produknya ga dibutuhin?

BELI PRODUK TAPI KARENA ADA NGAREP BONUS
Niih gini deh, coba tanya istri dirumah ya pak, kalo lagi belanja bulanan sabun ada bonus odol diambil ga tuh kira2 barang? kalo ada dipajang shampo berhadiah sikat gigi diambil ga tuh? Rinso berhadiah pelembut pakaian kira2 diambil gaaa??? Tanya deh emak2 mana yg ga bakal ambil tuh promo? KENAPAAAA? Karena nyari hematnyaaa kannnn? nyari bonusnya kannnn??? Dengan dapet bonus artinya dapet deh kebutuhan lain tanpa harus bayar lagi. Apa itu masih dibilang haram???. Makany apak, sekali2 temenin istrinya belanja bulanan biar ngerti, sekali2 tanya istrinya berapa sih abisnya buat barang  sehari2 itu?.

ada tambahan lagi nih
Untuk menentukan dan memutuskan apakah bisnis MLM itu haram, ada beberapa kriteria yang bisa dipakai sebagai tolok ukurnya. Tidak bisa begitu saja memukul rata bahwa yang namanya bisnis MLM itu pasti haram, karena sistim tiap perusahaan MLM berbeda-beda. Maka dari itu, suatu perusahaan MLM bisa dilihat haram tidaknya dari kriteria dibawah ini:

1. Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga)
==> Oriflame memberikan persentase keuntungan yang jelas kepada semua Consultantnya. Oriflame membagikan keuntungan yang diperoleh perusahaan bukan dari bunga, melainkan dari keuntungan penjualan produk nyata kepada konsumen.

2. Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas)
==> Kita sebagai Consultant Oriflame, mendapat kontrak yang jelas bahwa keuntungan dari menjalankan bisnis Oriflame adalah dengan diskon langsung yang diperoleh dari Direct Selling (selisih harga katalog dengan harga Consultant). Juga Oriflame memiliki sistem plan yang jelas dalam sistem MLMnya.

3. Penipuan (Tadlis/Ghisy)
==> Oriflame berdiri di Swedia tahun 1967, dan di Indonesia pada tahun 1986. Oriflame merupakan pelopor MLM di Indonesia pada waktu itu. Dan kalau Oriflame pernah melakukan penipuan, pastinya perusahaan ini udah gulung tikar dari dulu. 22 tahun berada di Indonesia merupakan bukti yang cukup bahwa perusahaan ini adalah bonafid dan terpercaya.

4. Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktifitas Riil)
==> Kalo masalah perjudian ini, kayaknya jauh banget ya dari Oriflame. Apalagi transaksi spekulatif yang gak ada produk riil/nyatanya. Di bisnis Oriflame, semuanya jelas, ada produk nyatanya, dan keuntungan didapat oleh Consultant yang BEKERJA, bukan hanya ongkang ongkang kaki aja. Jadi, gak ada tuh unsur spekulasi dan judi di bisnis ini.

5. Kedhaliman dan Eksploitatif (Dzulm)
==> biasanya eksploitasi terjadi pada perusahaan yang menerapkan Money Game/skema piramida. Jadi siapa yang duluan masuk dia yang untung dan yang dibawahnya yang pontang-panting. Kalau di Oriflame, justru siapa yang bekerja paling keras dialah yang akan memetik hasil paling banyak. Oriflame menerapkan suatu sistem plan yang mengatur sampai mana omzet suatu grup berpengaruh pada uplinenya, pada saat leader grup tsb mencapai level tertentu, maka putus jugalah pembagian bonus kepada upline diatasnya. Dan untuk jasa sang upline membangun grup tersebut, upline hanya diberikan passive income yang sudah ditentukan persennya. Jadi, gak ada yang namanya eksploitasi atau kezaliman, semuanya adil, transparan dan jelas.

6. Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram
==> Produk Oriflame Alami dari Tumbuh-tumbuhan, insyaAllah terjamin kehalalannya.
Lebih lanjut dalam kutipan konsultasi disebutkan bahwa (yang berwarna hijau adalah tanggapan saya)
“IFANCA telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama. Dalam edarannya IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya yaitu dengan mengkaji aspek:

1. Marketing Plan-nya, apakah ada unssur skema piramida atau tidak. Kalau ada unsur piamida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line dibawahnya, maka hukumnya haram. ==> Oriflame tidak menggunakan skema piramida, downline yang paling belakangan bergabung bisa saja lebih sukses daripada uplinenya, semua tergantung kepada usaha masing-masing. Seperti contohnya, Cyntia Venika, Consultant no 1 di Asia bukanlah yang pertama menjalankan bisnis Oriflame tapi ternyata dia sekarang bisa berada di peringkat no 1 Asia dan no 6 di Dunia berkat kerja keras dan usahanya sendiri.

2. Apakah perusahaan MLM, memiliki track record positif dan baik ataukah tiba-tiba muncul dan misterius, apalagi yang banyak kontroversinya. ==> Oriflame sudah ada di Indonesia sejak tahun 1986 dan terbukti memiliki reputasi yang baik. Justru di saat krisis dunia spt sekarang ini dimana banyak perusahaan merumahkan karyawannya, Oriflame malah buka kantor cabang baru di kota Manado dan negara Kenya.

3. Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak, dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak. ==> Oriflame selalu menggunakan saripati alami dalam pembuatan seluruh produknya. Garansi 100% uang kembali (syarat dan ketentuan berlaku). Oriflame mempunyai Skincare Guide dan Beauty Academy , Buku dan training Pengetahuan Produk. Ibarat minum obat dokter, beberapa produk Oriflame kita perlu ikuti aturan pakai sesuai 'dosis' jenis dan kebutuhan kulit. Misalkan Body Cream yang seharusnya dipakai di badan, tapi kita pakai di wajah, terus wajah kita jadi jerawatan, garansi menjadi tidak berlaku.

4. Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting ataupun hanya sebagai kedok atau kamuflase, apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya, maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi. ==> bergabung di bisnis Oriflame relatif sangat sangat sangat terjangkau dibanding dengan perusahaan MLM lain, dan hanya mendaftar sebagai Consultant tidak akan menjanjikan apa-apa tanpa kerja keras didalamnya.

5. Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian. ==> Oriflame tidak pernah menjanjikan akan kaya mendadak tanpa bekerja, sebaliknya, tanpa kerja keras dan usaha di bisnis tidaklah akan berhasil.

Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut:

1. Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisis penjualan, disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level, melalui laporan otomatis secara periodik. ==> Oriflame selalu membagikan Activity Report yang dikirim ke rumah (atau bisa di print di kantor cabang setiap saat) yang merupakan laporan aktivitas Consultant bersangkutan secara transparan dan jelas, serta sistem pembagian bonusnya pun jelas.

2. Penegasan niat dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat, dan bukan permainan uang (money game). ==> Oriflame sangat jelas produknya, tidak ada iming-iming apapun di bisnis ini. Produk yang dijual Oriflame pun jelas manfaatnya, untuk merias diri dan merawat tubuh. Di dalam Islam disebutkan, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, jadi memakai produk Oriflame dalam rangka merawat diri dan membersihkan tubuh serta merias diri, jelas manfaatnya. Kalaupun kita gak pake produk Oriflame untuk mandi misalnya, ya pasti kita pake sabun merk lain kan? lebih baik, pake produk Oriflame karena pengeluaran kita terhadap kebutuhan mandi, bisa menjadi passive income kita di kemudian hari :-)

3. Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros, hedonis, dan membahayakan eksistensi produk domestik terutama MLM produk asing. ==> Oriflame seperti disebutkan diatas, memakai bahan-bahan alami yang terjamin kehalalannya Insya Allah. Pemakaian produk Oriflame hanyalah untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak akan menimbulkan keborosan atau hedonis. Masalah keborosan atau hedonis, balik lagi ke manusianya sih kalo menurutku. Semua yang berlebihan tentu tidak baik. Dan walaupun Oriflame merupakan MLM asing, tapi sangat membumi, berada di Indonesia selama 22 tahun, membangun kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia, dan membuka lapangan kerja bagi ribuan penduduk lokal. Kemasan dan produksi produk yang sampai saat ini diimpor langsung dari luar, memang sudah keputusan Oriflame. Menurut pendapatku pribadi (IMHO), Oriflame belum mempunyai rencana untuk membangun pabrik di Indonesia, ini lebih berkaitan kepada image dari produk Oriflame sendiri dan karakteristik konsumen di Indonesia.. Tidak dapat dipungkiri, bahwa mindset konsumen Indonesia terhadap “produk asing” lebih terapresiasi dibanding produk lokal. Made in Swedia atau Made in Italy lebih terlihat “bonafid” ketimbang Made in Indonesia . Tentu saja bukan berarti Oriflame tidak menghargai produk lokal, hanya saja keputusan ini dipertimbangkan untuk kelangsungan bisnis dari ratusan ribu Consultantnya di Indonesia.

4. Tidak adanya excessive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijuabelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional. ==> seperti bisa dilihat di tiap katalog Oriflame bahwa produk yang ditawarkan sangatlah terjangkau. Untuk masalah mark up ini saya tidak bisa menjawab banyak karena ini merupakan wilayah staff Oriflame untuk menjawabnya. Tapi, bisa dilihat secara logika apakah barang/produk yang dijual sesuai dengan harganya atau tidak. Bagi saya, semahal-mahalnya produk Oriflame, tetap murah untuk ukuran barang IMPOR. Bandingkan saja dengan produk sejenis di mall-mall :-)

5. Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi. ==> Oriflame menerbitkan Consultant Price List untuk setiap bulannya, dan jika seorang Consultant melakukan belanja/order, akan diberikan Invoice yang memuat detil-detil transaksinya secara transparan dan jelas.

6. Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor ataupun antara produsen dan distributor, terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota.” ==> Sudah disebutkan diatas kalau di bisnis Oriflame tidak ada eksploitasi, tiap-tiap Consultant memiliki peluang yang SAMA untuk berkembang dan menjadi sukses. Semua tergantung dari usaha dan kerja keras dari Consultant yang bersangkutan.

 http://hanykurniasari.blogspot.com/2011_01_01_archive.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar