Mantenku

Mantenku
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2015

QS. Al Luqman 18-19

Hari ini kebetulan tilawah sampai surat Al Luqman. Saya memang tidak setiap hari tilawah, masih banyak lupanya (nyesel ya Rabb). Tiap kali membaca Al Quran, selalu saya usahakan untuk membaca artinya. Oya, ini saya tulis bukan untuk menyombongkan diri atau pamer,"Ini lho saya rajin baca Al Quran". Bukan. Hanya tertarik sekali dengan surat ini. Rasanya jadi ingat peristiwa yang baru saja saya alami. 

QS. Al Luqman ayat  18

Sabtu, 17 Januari 2015

Mencari Ilmu itu Ibadah

"Kenapa sih kamu lebih suka membuka buku pelajaran daripada Al Qur'an?"

Saya rasa kalimat di atas itu sangat janggal maknanya; seakan-akan si pembicara menganggap bahwa menuntut ilmu itu tidak penting. Seakan-akan, menuntut ilmu itu bukan perintah agama. Si pembicara ini maksudnya baik, of course, untuk menyadarkan orang lain betapa membaca Al Quran itu penting. Tapi meski isi nasehatnya benar, jika disampaikan dengan bahasa yang 'dangerous' ini, akan membuat orang lain yang seperti saya jadi illfeel (ilang feeling).

Minggu, 11 Januari 2015

Haruskah Wanita Bekerja (Mencari Uang)?

What do you think about the title of the article? Kalau kita lihat di medsos kadang ada status yang kurang setuju dengan wanita bekerja. Ada yang menulis, "Kagum ya sama ibu A ini, keluar dari pekerjaannya sebagai PNS demi buah hatinya". Ada lagi yang menulis, "Bekerja & mencari uang akan membuatmu lupa pada anak". Byuh byuh...dan banyak lagi. (BTW, ada yg bilang berhenti bekerja & joinlah bisnis kami, ini out of question ya :p)

Bekerja & berbisnis, menurut saya sama esensi nya dalam rangka mencari uang. Jadi, yang tidak ngantor, tapi di rumah punya toko baju, saya anggap bekerja.

Saya sendiri wanita bekerja (working mother), tapi saya juga ibu penuh waktu (full-time mother), soalnya kapan saja waktunya saya tetap seorang ibu. Lha kalo saya part-time mother trus ibu part yang lainnya siapa, kan anak saya sendiri. Atau kalau saya jadi ibunya hanya ketika di rumah, kasihan banget anak saya, masa punya ibu hanya pada jam tertentu. Padahal, kenyataannya jam berapa pun kan saya tetap ibunya. Hihiiii....

Rabu, 07 Januari 2015

Membatasi Jumlah Anak?

Tergelitik sekali CH ingin membahas issue ini. Selama ini CH kan punya rekan-rekan dari dua kubu yang berbeda. Kubu pertama, batasi anak untuk menghindari ledakan jumlah penduduk dan meningkatkan kesejahteraan. Kubu yang kedua, jangan batasi jumlah anak karena itu sama saja dengan membatasi rejeki Tuhan. Lagian, semua anak yang lahir itu sudah membawa rejeki masing-masing kan? 

Mana yang benar? Entahlah CH sendiri ga tau. Yang jelas CH lebih cenderung menerapkan prinsip kubu yang pertama karena CH ngerasa ngurus anak itu emang repot. Hihihiii. Tapi, yang akan kita bahas sekarang lebih ke bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup. 

Sabtu, 20 September 2014

Kunci Sukses


Kadang kita merasa tidak sih, sudah pintar luar biasa kok belum juga berhasil. Sudah sedekah tiap hari, belum juga mendapat pekerjaan yang sesuai. Mungkin ada hal-hal yang kita lupakan dalam hidup kita? Dengan tidak bermaksud menggurui, mari silakan dibaca coretan saya ini. 

Hormatilah orang lain

Sabtu, 23 Agustus 2014

Fenomena Haters

Bagaimana perasaan anda jika ternyata anda punya haters? Jika anda orang yang terkenal, pasti bukan masalah besar karena sudah biasa kalau orang terkenal itu memiliki haters. Saya dulu juga, ketika masih bergabung menjadi pebisnis kosmetik online, betapa banyak orang yang anti terhadap saya. Bagaimana jika haters anda teman dekat yang sering berjumpa, sering bercanda bersama, & sering pergi bersama? 

Rabu, 13 Agustus 2014

Kenapa Armand?

Hello my friends....


Rasanya sudah lama tidak update blog ini. Beberapa waktu yang lalu si pemilik blog ini sedang disibukkan ngurus tesis (yang sampe sekarang masih juga belom selesai). Beberapa hari ini saya malah juga sibuk ngurus anak karena dua pengasuh anak2 saya sedang mendapat halangan. Duh, Allah itu memang maha segalanya ya....kalo pas dikasih enak, dikasih semua, kalo pas ga enak, kok ya pas dua2nya.... Gapapa, harus sabar.


Teman2 tahu nama anak saya? Iya, namanya Naufal & Filza. Tapi mungkin belum pada tahu panjangnya ya... Anak saya yang besar namanya Armand Muhammad Naufal, sedang yang kecil Filza Shaista Armanda. Selalu terselip nama Armand disana. Bukan tanpa maksud. Memang Armand adalah singkatan dari nama saya & suami (Arbain, Manda).

Selasa, 24 Juni 2014

Semua sudah Tertulis

Bismillah.... semoga ga ada yang mengatakan saya ini ahli agama dadakan. Hal yg seperti itu bikin takut mau posting yang baik-baik berdasarkan agama. Bisa dibayangkan ya, sudah berusaha baik saja masih sangat mungkin kelihatan buruk di mata orang lain. BTW anyway busway, saya tetep bukan seorang ahli agama & I really know it.

Sangat kebetulan sekali, hari ini pas sekali membaca Al Qur'an di akhir QS An Naml. Kebetulan sekali ketika membaca salah satu ayat, my heart jadi trembling.

Rabu, 07 Mei 2014

My Mom

By the way, sedikit aku mau cerita ni tentang my mom. My mom adalah seorang guru SMP di Kulon Progo. Namanya Ibu Nurwiyati. My mom ini masih terlihat cantik & awet muda ya. My mother is a hard worker.  Beliau selalu bekerja keras. Bahkan, beliau paid all my need since I was a baby seperti single parent. My father? Ya, beliau masih sehat sampai sekarang and I love him very much. Ada beberapa hal that can't be mentioned here yang membuat my mom harus bekerja keras.

Selasa, 29 April 2014

Pandainya Manusia Bermain Retorika

Retorika adalah sebuah teknik persuasi yang bertujuan membujuk dengan karakter berbicara dan argumen ("Retorika", 2014). Dengan kata lain, si pelaku retorika akan berusaha menggiring opini para pembaca supaya mereka mengikuti & mempercayai alur berbicara sang penulis. Secara umum, ada 3 jenis retorika yang kita kenal: retorika deliberatif, forensik, & demonstratif.

Sabtu, 26 April 2014

I Quit

I quit from the business....
Why? Why? Oh...why?
Tell me why?
Ain't nothin' but the heartache.
Stop, malah nyanyi :D 

Selasa, 10 September 2013

Cerita Usus Buntu 3

Lanjutan dari Cerita Usus Buntu 2

Ketika aku menulis ini, saat ini, aku baru pulang dari sebuah RS negri di Jebres Solo. Rasanya mau nangis, mewek2 kecewa...huhuuu....

Tadi pagi aku ke sekolah dulu untuk mengajar bahasa Indonesia selama 2 jam pelajaran. Setelah itu ada kelas lain, tapi aku tinggal. Aku ijin untuk melanjutkan petualanganku di RS itu. Seperti kata residen di Lab, hasil pemeriksaan darah bisa diambil pagi ini. Sekitar pukul 8.30 aku tiba di RS & menemui mas satpam untuk minta nomor antrian. Nomor antrianku 194. Kemudian aku menuju ke lantai 2 untuk mengambil hasil lab.

Senin, 09 September 2013

Tergelitik

Tergelitik
Sungguh aku sangat tergelitik.
Sebuah komentar yang menggelitik
telinga dan harga diriku

"Kamu masih harus banyak belajar,"
"Kamu pandai, tapi kurang karismatik,"
"Kamu ga pernah belajar amalan,"
"Baca surat ini lho biar begini..baca surat itu biar begitu."

Minggu, 21 Juli 2013

Menciptakan Rumah Layak Anak


Oleh Rosiena Retno Suryani, ST – Kartasura


Riuh rendah suara anak-anak sore itu memenuhi seisi ruangan rumah kami. Celoteh si kecil yang baru belajar bicara pun menambah ramai suasana rumah. Tak ayal, rumah yang tadinya rapi pun menjadi berantakan oleh mainan anak-anak yang berserakan. 


Ya…rumah memang tempat bermain bagi kedua anak kami yang masih balita. Walau rumah kami tak besar, namun anak-anak terlihat nyaman. Kami memang mendambakan rumah kecil ini menjadi rumah yang layak untuk tumbuh kembang mereka. Merujuk pada istilah yang berkembang saat ini, yakni kota layak anak, maka kami pun ingin rumah kami menjadi rumah layak anak. 

Jumat, 19 Juli 2013

Menjadi Guru Berkarakter Profetik

oleh Anto Suryo Pribadi (Guru di Solo)

Dalam catatan sejarah, guru senantiasa diceritakan sebagai orang yang memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Socrates, Plato, dan Aristoteles adalah guru-guru yang mempengaruhi perjalanan sejarah Yunani. Ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Sekutu, pertanyaan yang diajukan Kaisar Jepang kepada punggawa-punggawa bukanlah berapa tentara yang masih ada, melainkan berapa guru yang masih tersisa? Mengapa? Karena guru menentukan maju mundurnya suatu bangsa.

Dalam konteks pendidikan Islam, guru dikenal sebagai pendidik dan merupakan terjemahan dari berbagai kata yakni murrabi, mu'allim, dan muaddib. Kata murrabi sering dijumpai dalam kalimat yang bersifat jasmani maupun rohani. Pemeliharaan tersebut terlihat dalam proses orangtua membesarkan anaknya.